Stimulasi Perkembangan Anak 36-47 Bulan

 Stimulasi Perkembangan Anak 36-47 Bulan


Halo, Bunda! Memasuki usia 36–47 bulan, si kecil sedang berada pada fase perkembangan yang sangat pesat. Di usia ini, anak semakin aktif bergerak, mampu berbicara dengan kalimat yang lebih lengkap, mulai berpikir logis, serta menunjukkan kreativitas dan imajinasi yang berkembang pesat. Kemampuan sosialnya pun semakin meningkat, seperti belajar berbagi, bekerja sama, dan berinteraksi dengan teman sebaya. Oleh karena itu, memberikan stimulasi anak usia 36–47 bulan yang tepat sangat penting untuk mendukung perkembangan anak usia 36–47 bulan secara optimal. Bunda dapat mengajak si kecil melakukan berbagai aktivitas edukatif, seperti membaca buku cerita, menggambar, bermain puzzle, bermain peran, bernyanyi, hingga melibatkan anak dalam kegiatan sederhana di rumah. Selain menyenangkan, aktivitas tersebut dapat membantu mengembangkan kemampuan motorik, bahasa, kognitif, sosial, emosional, serta melatih kemandiriannya. Yuk, simak berbagai cara meningkatkan perkembangan anak usia 36–47 bulan yang mudah diterapkan di rumah agar si kecil tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, kreatif, percaya diri, dan siap menghadapi tahap perkembangan berikutnya.

1)     Motorik kasar

a)    Naik dan turun tangga dengan kaki bergantian

Lanjutkan stimulasi, berikan pengawasan pada saat anak berjalan naik turun tangga.

b)     Melompat dengan 2 kaki dan Latihan keseimbangan

(1) Untuk melatih kekuatan otot kaki dan keseimbangan anak, tunjukkan kepada anak cara berjalan sambil berjinjit. Buat agar anak mau mengikuti berjalan jinjit di sekeliling ruangan.

(2)  Ajarkan anak untuk melompat jauh dengan kedua kakinya bersamaan. Usahakan agar anak belajar melompat dengan batasan lompatan yang secara bertahap dibuat menjadi lebih jauh.

(3) Ajari anak cara berdiri dengan 1 kaki secara bergantian. Anak mungkin perlu berpegangan kepada orang tua atau kursi ketika anak melakukan untuk pertama kalinya

c)    Mengayuh sepeda roda tiga

Ajak anak untuk aktif bermain, melompat, berdiri di atas 1 kaki, dan bersepeda bersama.

2)     Motorik halus

a)   Memasukkan tali ke dalam lubang

Gunting sebuah gambar dari majalah, tempel pada selembar karton. Buat lubang-lubang di sekeliling gambar tersebut. Ambil tali rafia dan simpulkan salah satu ujungnya. Kemudian ajari anak cara ‘menjahit’ sekeliling gambar, tali rafia dimasukkan ke lubang-lubang tersebut satu persatu.

b)   Menggambar rumah dengan pintu, jendela, atap

c)    Menggambar orang dengan kepala, badan, tangan, dan kaki

Berikan contoh cara menggambar orang dan melengkapi anggota tubuhnya, juga menggambar bentuk bentuk lain yang anak suka.

d)   Memotong dengan gunting mainan. Berikan gunting mainan kepada anak, tunjukkan cara menggunting, beri gambar besar untuk latihan menggunting.

e)    Membuka kancing. Ajarkan anak untuk memakai dan melepas baju yang berkancing.

3)     Bicara dan bahasa

a)  Bercerita, mengenal kata sifat, lawan kata, kegunaan benda, menyatakan perasaan, dan konsep waktu

(1)  Buat agar anak mau bercerita mengenai dirinya, hobinya, atau mengenai Orang tua. Orang tua dapat bercerita tentang sesuatu dan kemudian minta anak menyelesaikan cerita itu. 

4)     Sosialisasi dan kemandirian

a) Mencuci tangan dan mengeringkan tangan sendiri. Tunjukkan pada anak cara memakai sabun dan membasuh dengan air ketika mencuci kaki dan tangannya.

b)  Bermain bersama teman dan mengikuti aturan permainan. Biarkan anak bermain dengan teman sebayanya. Biarkan anak bersosialisasi dengan memahami aturan permainan.

c)    Mengetahui anggota tubuh yang tidak boleh disentuh atau dipegang orang lain

Ajari anak mengenai bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain, kecuali orang tua dan dokter. Anggota tubuh tersebut adalah mulut, dada, sela paha, dan pantat. Ajarkan anak untuk tidak mau diajak orang lain tanpa sepengetahuan orang tua.

d)   Menggunakan kaos tanpa dibantu

Ajari anak berpakaian sendiri tanpa bantuan. Beri kesempatan anak memilih sendiri pakaian yang akan dikenakan.


Sumber : Buku Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (Kemenkes RI)


Comments

Popular posts from this blog

Stimulasi Perkembangan Anak 18-23 Bulan

Stimulasi Perkembangan Anak 24-35 Bulan

Stimulasi Perkembangan Anak 3-5 Bulan