Stimulasi Perkembangan Anak 24-35 Bulan

 Stimulasi Perkembangan Anak 24-35 Bulan


Halo, Bunda! Memasuki usia 24–35 bulan, si kecil semakin aktif, mandiri, dan memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Pada fase ini, anak mulai mampu berlari, melompat, berbicara dengan kalimat yang lebih jelas, mengenali bentuk, warna, angka sederhana, serta belajar berinteraksi dengan orang lain. Masa ini merupakan periode penting dalam perkembangan anak usia 24–35 bulan, sehingga Bunda perlu memberikan stimulasi yang sesuai untuk mendukung setiap aspek tumbuh kembangnya. Melalui stimulasi anak usia 24–35 bulan yang tepat, Bunda dapat membantu mengembangkan kemampuan motorik, bahasa, kognitif, sosial, emosional, hingga kemandirian anak. Aktivitas sederhana seperti bermain puzzle, menggambar, bernyanyi, membaca buku cerita, bermain peran, dan mengajak anak melakukan kegiatan sehari-hari dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk belajar sambil bermain. Yuk, simak berbagai cara meningkatkan perkembangan anak usia 24–35 bulan yang mudah diterapkan di rumah agar si kecil tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, kreatif, dan percaya diri dalam menghadapi setiap tahap perkembangannya.

1)     Motorik Kasar

a)     Berlari dengan aman dan melewati rintangan

Bila anak sudah bisa naik dan turun tangga dengan merangkak, ajari anak cara naik dan turun tangga sambil jalan berpegangan.

b) Melempar bola ke depan tanpa jatuh. Tunjukkan kepada anak cara melempar, kemudian cara menangkapnya.

c)     Duduk di sepeda roda tiga dan mencoba mengayuh dengan kedua kaki

Siapkan sebuah sepeda roda tiga. Ajarkan kepada anak untuk meletakkan kedua kaki di pedal sepeda kemudian mengayuhnya.

2)     Motorik Halus

a)     Mengelompokkan benda berdasar bentuk (persegi, lingkaran, dan segitiga)

Siapkan mainan plastik yang terdiri dari berbagai bentuk dan warna. Ajarkan pada anak cara mengelompokkan benda sesuai bentuk atau warnanya.

b)  Memegang pensil dengan baik pada poros ke arah bawah dengan ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah

c)     Membuat garis lurus vertikal dan horizontal dan coretan berbentuk lingkaran

Siapkan selembar kertas dan pensil. Berikan contoh kepada anak cara membuat garis lurus dan lingkaran. Ajak anak untuk meniru gambar yang dibuat.

d)     Menyusun kubus 6-7 kubus

Ajari anak untuk menyusun balok-balok kecil menjadi menara, membuat jembatan, dan membuat tangga. Ajak juga anak untuk bermain puzzle, secara bertahap berikan puzzle yang lebih sulit agar anak berusaha untuk menyusunnya.

e)     Bermain dengan buku dan kertas

Ajak anak untuk melihat gambar yang menarik di buku, bacakan buku cerita, kemudian beri kesempatan pada anak untuk membalik kertasnya. Berikan anak kertas, kemudian ajarkan menggunting kertas dengan menggunakan gunting mainan tanpa harus mengikuti pola tertentu.

f)      Menggunakan sendok dengan benar

Berikan anak makanan beserta alat makan. Ajarkan untuk memakai sendok dengan posisi yang benar.

3)     Bicara dan bahasa

a)     Bicara dengan baik

Gunakan ejaan bahasa yang baik, benar, tidak cadel, dan dengan artikulasi yang jelas, merangkai 2-3 kata secara bertahap, contoh “Minum susu”, “Aku mau makan”.

b)     Bercerita tentang apa yang dilihat atau merangkai kalimat sederhana

Bacakan buku cerita dengan tulisan dan gambar yang berukuran besar supaya menarik minat anak. Ketika selesai membacakan, orang tua dapat mengajukan beberapa pertanyaan seperti siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana, yang berhubungan dengan cerita yang sudah disampaikan.

c)     Menyebut nama lengkap

d)  Bercerita tentang aktivitas atau pengalaman anak. Berikan kesempatan untuk anak menceritakan tentang pengalaman atau aktivitas yang dilakukan.

e)     Menyebut nama berbagai jenis pakaian. Misal : Celana, baju, jilbab

f)      Menyatakan keadaan suatu suatu benda

Ketika mengajak anak bicara, gunakan ungkapan yang menyatakan keadaan suatu benda. Misal: "Pakai kemeja yang merah", "Bolamu yang kuning ada di bawah meja", “Mobil mobilan yang biru itu ada di dalam laci", dan sebagainya.

4)     Sosialisasi dan Kemandirian

a)  Makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah. Ajarkan anak memakai sendok dengan posisi yang benar.

b)  Biarkan anak merawat mainannya (misal : boneka). Ajari anak cara menggendong, mememberi makan, menyayangi, meninabobokan, dan memandikan boneka.

c)     Menggunakan pakaian sendiri (baju, rok, celana)

d)  Melatih perilaku yang emosional. Bujuk dan tenangkan anak ketika anak kecewa dengan memeluk dan berbicara dengan anak.


Sumber : Buku Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (Kemenkes RI)

Comments

Popular posts from this blog

Stimulasi Perkembangan Anak 18-23 Bulan

Stimulasi Perkembangan Anak 3-5 Bulan