Stimulasi Perkembangan Anak 12-17 Bulan

 Stimulasi Perkembangan Anak 12-17 Bulan


Halo, Bunda! Memasuki usia 12–17 bulan, si kecil akan menunjukkan perkembangan yang semakin pesat. Pada tahap ini, anak umumnya mulai berjalan sendiri, mengucapkan kata-kata sederhana, mengenali nama benda, serta semakin aktif mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya. Rasa ingin tahunya yang tinggi menjadi kesempatan emas bagi Bunda untuk memberikan stimulasi yang tepat guna mendukung perkembangan anak usia 12–17 bulan secara optimal. Melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan, Bunda dapat membantu mengembangkan kemampuan motorik, bahasa, kognitif, sosial, dan emosional si kecil. Tidak perlu aktivitas yang rumit, karena bermain bersama, membacakan buku cerita, mengajak bernyanyi, hingga melatih anak melakukan kegiatan sederhana sehari-hari sudah menjadi bentuk stimulasi anak usia 12–17 bulan yang bermanfaat. Yuk, simak berbagai cara meningkatkan perkembangan anak usia 12–17 bulan yang mudah dilakukan di rumah agar si kecil tumbuh sehat, cerdas, mandiri, dan semakin percaya diri dalam menjalani setiap tahap tumbuh kembangnya.

1)     Motorik kasar

a)  Berjalan mandiri, posisi kedua kaki lebar, Panjang Langkah belum tertata, kedua lengan terangkat setinggi bahu untuk membantu keseimbangan.

b)   Berjalan mundur

Berikan mainan yang bisa ditarik karena anak akan mengambil langkah mundur untuk dapat memperhatikan mainan itu.

2)     Motorik halus

a)  Bermain dengan menyusun 2 balok. Ajarkan anak cara menumpuk balok ke atas tanpa menjatuhkannya.

b)  Memegang krayon dan mencoret-coret dengan posisi tangan menggenggam semua jari

c)   Menggunakan sendok

Ajarkan anak untuk menyendok atau mengambil makanan untuk dipindahkan ke piring atau mangkok serta menuang air ke tempat yang lebih besar.

3)     Bicara dan bahasa

a) Anak mampu mengucap mama dan papa. Orang tua disarankan untuk selalu menyebutkan panggilan untuk dirinya didepan anak dan melatih anak untuk menirukannya.

b) Mengenal bagian tubuh. Dimulai dari bagian tubuh yang mudah (mata, hidung, telinga, tangan, kaki). Anak diminta menunjukkan bagian-bagian tubuh. Ajarkan anak mengikuti kata penyebutan bagian-bagian tubuh.

c)   Mampu mengikuti instruksi sederhana dengan atau tanpa bahasa tubuh. Orang tua meminta anak untuk melakukan perintah sederhana dengan atau tanpa bahasa tubuh, contoh “tolong ambilkan mainan”.

4)     Sosialisasi dan kemandirian

a)   Menunjukkan benda yang diinginkan tanpa menangis

Jika ada sesuatu yang diinginkan minta anak menunjuk bendanya.

b)   Mampu bertepuk tangan atau melambaikan tangan tanpa bantuan.

Ajak anak bermain tepuk tangan, berikan contoh, dan ajarkan melambaikan tangan saat anak berpisah dengan orang lain.


Sumber : Buku Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (Kemenkes RI)

Comments

Popular posts from this blog

Stimulasi Perkembangan Anak 18-23 Bulan

Stimulasi Perkembangan Anak 24-35 Bulan

Stimulasi Perkembangan Anak 3-5 Bulan