Mencegah Stunting Memajukan Bangsa

 



Mencegah Stunting Memajukan Bangsa


Indonesia menduduki peringkat kedua dengan angka stunting tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan survei mengenai Status Gizi Balita Indonesia (SGBI) prevalensi stunting di Indonesia terbilang cukup tinggi masih berada pada angka 24,4% atau sebanyak 5,33 juta balita. Prevalensi stunting ini telah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya akan tetapi presiden Joko Widodo menargetkan pada tahun 2024 turun sampai dengan 14%, guna mewujudkan SDM yang unggul dan berkualitas demi membawa Indonesia maju pada tahun 2045 (Menko PMK , 2021). Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia dengan angka stunting yang cukup tinggi. Menurut Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan angka stunting di Jawa Tengah pada tahun 2022 mencapai 20,9% atau sekitar 540 ribu anak yang mengalami stunting (Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, 2022). Sedangkan Kota Surakarta menduduki peringkat kedua dengan angka tertinggi mengenai stunting se-Jawa Tengah. Berdasarkan data dari Kesehatan Gizi Kota Surakarta tahun 2021 jumlah prevalensi stunting di Surakarta sebesar 29,38%. Namun Pemkot Surakarta menargetkan tidak ada lagi kasus stunting pada tahun 2024. Lalu bagaimana Cara mencegah stunting?😮😮😮 yuk cari tahu bersama-sama?😇😇

A. Definisi Stunting 

     Kejadian balita pendek atau sering disebut stunting merupakan kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih kurang dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO (Dewi & Primadewi, 2021). Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai usia 24 bulan. Keadaan ini diperparah dengan tidak terimbanginya kejar tumbuh (catch up growth) yang memadai. Balita pendek (Stunting) adalah status gizi yang didasarkan pada indeks PB/U atau TB/U dimana dalam standar antropometri penilaian status gizi anak, hasil pengukuran terberat berada pada ambang batas (Z-Score) < -2 SD sampai dengan -3 SD (pendek/stunted) dan < -3 SD (sangat pendek/ severely stunted) (Kemenkes RI, 2022). 

B. Ciri Tubuh Stunting 

    Ciri utama stunting adalah tinggi badan anak yang lebih pendek dari seharusnya untuk usianya. Pengukuran ini sering diukur dengan indeks pertumbuhan anak. Anak-anak yang mengalami stunting mungkin memiliki berat badan yang tidak proporsional terhadap tinggi badan mereka, menciptakan kesan kurus. Stunting dapat memengaruhi perkembangan otak dan kognitif anak, yang dapat berdampak pada kemampuan belajar dan pemahaman. Anak-anak yang mengalami stunting dapat memiliki daya tahan tubuh yang rendah, membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi. Gejala stunting menurut (kemenkes, 2017) 

1. Anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya 

2. Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk seusianya 

3. Berat badan rendah untuk anak seusianya 

4. Pertumbuhan tulang tertunda. 

5. Wajah tampak lebih muda dari anak seusianya 

6. Pertumbuhan tubuh dan gigi yang terlambat 

7. Memiliki kemampuan fokus dan memori belajar yang buruk 

8. Pubertas yang lambat 

9. Saat menginjak usia 8-10 tahun, anak cenderung lebih pendiam dan tidak banyak melakukan kontak mata dengan orang sekitarnya 

10. Berat badan lebih ringan untuk anak seusianya 


C. Dampak Stunting 

    Masalah gizi terutama masalah balita stunting dapat menyebabkan proses tumbuh kembang menjadi terhambat, dan memiliki dampak negatif yang akan berlangsung untuk kehidupan selanjutnya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa balita pendek sangat berhubungan dengan prestasi pendidikan yang kurang dan pendapatan yang rendah sebagai orang dewasa. Menurut WHO (2018), dampak yang terjadi akibat stunting dibagi menjadi dampak jangka pendek dan dampak jangka panjang. 

1. Dampak jangka pendek, yaitu Peningkatan kejadian kesakitan dan kematian, Perkembangan kognitif, motorik dan verbal pada anak tidak optimal, dan Peningkatan biaya kesehatan 

2. Dampak jangka panjang, yaitu Postur tubuh yang tidak optimal saat dewasa (lebih pendek bila dibandingkan pada umumnya), Meningkatnya risiko obesitas dan penyakit lainnya, Menurunnya kesehatan reproduksi, Kapasitas belajar dan performa yang kurang optimal saat masa sekolah 


D. Cara Mencegah Stunting 

 Stunting dapat di cegah dengan hal-hal berikut: 

1. Seorang wanita harus mengonsumsi nutrisi yang dibutuhkan sebelum dan selama hamil dan nutrisi yang dibutuhkan selama menyusui. 

2. Memberikan nutrisi yang baik kepada Si Buah Hati, seperti memberikan ASI eksklusif dan nutrisi penting lainnya seiring pertambahan usia. 

3. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama mencuci tangan sebelum makan, meminum air yang aman, mencuci peralatan makan dan peralatan dapur, membersihkan diri setelah buang air besar atau kecil, serta memiliki sanitasi yang ideal (toilet yang bersih). 

4. Menjaga asupan nutrisi yang ideal dan bervariatif ditambah dengan perilaku hidup bersih dan sehat memegang peranan yang krusial bagi kesehatan ibu hamil, terutama bagi janin. Hal ini untuk mencegah terjadinya kekerdilan demi kelangsungan hidup anak dalam jangka pendek dan dalam jangka panjang yang sehat, serta untuk memastikan anak tumbuh menjadi orang dewasa yang kuat, terdidik, dan produktif. 


E. Makanan yang di Rekomendasikan untuk Wanita Produktif 

1. Sayuran Hijau 

 Berbagai sayuran hijau, seperti bayam, brokoli, dan sawi hijau, menyediakan serat yang dapat menjaga keseimbangan hormon di dalam tubuh. Makanan ini juga mengandung zat gizi lainnya, seperti vitamin E, kalsium, zat besi, coenzyme Q10, dan folat. Ketika diperlukan, vitamin E dapat membantu menebalkan dinding Rahim yang tipis. Ketebalan dinding rahim yang ideal penting untuk mendukung proses pembuahan. 

2. Alpukat 

 Alpukat adalah buah untuk program hamil yang kaya akan kandungan folat, vitamin K, serta kalium. Vitamin K dan kalium dapat membantu tubuh menyerap zat gizi secara efektif, menjaga kadar hormon tetap seimbang, dan menstabilkan tekanan darah. Sementara itu, folat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak dan saraf janin. 

3. Telur 

 Selain tinggi kandungan protein, telur mengandung kolin yang dapat membantu meningkatkan kualitas folikel atau tempat tumbuhnya sel telur dalam ovarium. Telur juga mengandung vitamin B6 yang bagus untuk kesuburan. Vitamin ini bisa meningkatkan peluang untuk cepat hamil karena hubungannya dengan kadar homosistein di dalam tubuh. Homosistein adalah jenis asam amino yang dihasilkan saat tubuh memecah protein. Tingkatnya yang terlalu tinggi diketahui dapat memengaruhi ovulasi. 

4. Madu

Madu bermanfaat untuk program hamil dan kesuburan karena kaya akan asam amino, khususnya arginin. Arginin dapat membantu meningkatkan fungsi ovarium sehingga bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan reproduksi wanita.

Comments

Popular posts from this blog

Stimulasi Perkembangan Anak 18-23 Bulan

Stimulasi Perkembangan Anak 24-35 Bulan

Stimulasi Perkembangan Anak 3-5 Bulan